Gereja Katolik St. Stefanus Paroki Cilandak

Paroki Cilandak - KAJ

Gereja Katolik Santo Stefanus

Facebook Twitter

Organigram Paroki Berfokus Pelayanan


bintang betlehemsalibromo

Bagi awam, Gereja adalah organisasi, mempunyai hirarki, bagian, anggota dan tentu saja system dan cara kerja. Tetapi bagi kita, gereja adalah kumpulan kaum beriman yang dibangun Allah, yang kita kenal lewat tiga pribadi (Bapa, Putra dan Roh Kudus). Kristus Yesus sendiri menyelamatkan kita dari kedosaan asal dan dosa dunia, kita tahu gereja akan ada selamanya berkat Roh Kudus Allah yang hadir sepanjang kehidupan manusia, Allah Putra sendirilah yang menjadi kepala gereja, lalu kita semua yang saling percaya dan menjadi bagiannya. Didalam gereja  tidak ada hirarki atasan bawahan karena semua berfokus pada pelayanan yang bisa digambarkan dalam organigram berikut:

orgianigram

Ada beberapa bentuk pelayanan yang diuraikan di bawah ini dan merupakan bagian dari reksa pastoral kepada seluruh umat yang perlu dilaksanakan dan dikembangkan.

  1. Pelayanan Gerejawi
    Pelayanan gerejawi terdiri dari lima dimensi menggereja, yaitu :Pelayanan Teritorial 
    Pelayanan pada umat dan berbasis pada kesamaan wilayah bermukim atau bertempat tinggal dimana umat dikelompokkan kedalam Lingkungan‐lingkungan dan Wilayah sehingga terbentuk kesatuan umat dalam kema‐jemukanya. Pelayanan Teritorial dibuat agar umat dalam lingkup Paroki dan Lingkungan  makin terjamin dalam pelaya‐nan sakramen, persekutuan, pewartaan, dan pengabdian sosial.
    1. Pewartaan (Kerygma)
      Dilakukan dengan menggiatkan:
      1. Pengenalan dan penda‐laman Kitab Suci dalam kesatuan dengan Tradisi Gereja
      2. Katekese, pewartaan, dan pembinaan iman umat di segala jenjang usia.
      3. Khotbah bermutu yang menyentuh kehidupan masyarakat dan memberi inspirasi bagi transformasi hidup.
    2. Ibadat (Liturgia)
      Mengembangkan kesadaran agar umat bersama‐sama merayakan liturgi dengan sadar dan aktif sesuai dengan peranan masing‐masing, se‐hingga iman mereka sungguh ditingkatkan. Mengusahakan agar perayaan‐perayaan liturgi dihayati sebagai perayaan kesela‐matan yang meneguhkan iman.
    3. Pelayanan (Diakonia)
      Mencakup kegiatan : 
      1. Ibadat (Liturgia)
      2. Pelayanan (Diakonia)
      3. Mendampingi keluarga‐keluarga dan generasi muda.
      4. Membantu dan mem‐berdayakan orang kecil /miskin dalam sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
      5. Meningkatkan peran awam.
    4. Persekutuan (Koinonia)
      Menuju kepada terwu‐djudnya suasana persau‐daraan sejati dalam komunitas basis:
      1. diantara umat yang majemuk,
      2. dengan saudara yang beragama lain.
    5. Kesaksian Hidup (Martiria)
      1. Agar perilaku dan tin‐dakan, baik secara pribadi maupun bersama lahir dari ketulusan hati dan kedalaman hubungannya dengan Allah (sebagai suatu pewartaan yang otentik).
      2. Mengupayakan tumbuh‐nya sikap dasar soli‐daritas, yakni mengenali Allah yang berkarya melalui dan didalam semua orang.
      3. Mengupayakan agar da‐lam pergaulan bersama, dapat menemukan dan menghargai nilai‐nilai hidup, menemukan Allah yang berkarya dalam mereka dan bisa bekerja sama dengan mereka.
      4. Menumbuhkan sikap pe‐duli dan terpanggil untuk berbuat demi kebaikan bersama serta mengambil sikap berani dan profetis untuk mengatasi persoalan‐persoalan yang ada dalam kehidupan masyarakat.


  2. Pelayanan Kategorial Pelayanan Penghayatan Rohani 
    Pelayanan pada umat yang berhimpun dalam kesamaan penghayatan rohani atau devosi, dimana pendampingan diperlukan agar gerakan terse‐but dapat berkembang selaras dengan ajaran Gereja. Ter masuk di dalamnya adalah: Legio Maria, Kelompok Tri‐tunggal Maha Kudus, PDKK, Kelompok Bunda Allah Bunda Gereja, Kelompok Taize, dan lain‐lain.
    1. Pelayanan pada umat awam yang berbasis pada kesamaan jenis profesi, pekerjaan, panggilan hidup,  dan minat yang memerlukan pendampingan pastoral untuk dapat berkembang dalam penghayatan iman dan kerohanian, termasuk di dalamnya adalah Kelompok para dokter, para guru, para medis, para ahli hukum, para usahawan, dan sebagainya. Pelayanan Kategorial lebih menitik beratkan pada kekhasan panggilan kelompok umat beriman dari pada tempat tinggal mereka.
    2. Pada pelayanan Kategorial ini para awam diajak untuk menyadari tugas kerasulan dalam pekerjaan  mereka dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan bangsa.
    3. Dalam pelayanan Kategorial, masalah dan tantangan yang berasal dari profesi dan latar belakang umat ditanggapi dalam terang iman secara khusus dalam keselarasan antara pelayanan Teritorial dan Kategorial. Dewan Paroki mengembangkan kedua pelayanan secara selaras, sehingga keduanya bisa saling mengisi dan melengkapi dengan kesada‐ran, bahwa umat beriman seharusnya menemukan basis penghayatan imannya dalam keluarga dan dalam relasi dengan lingkungan dan masyarakat sekitarnya

  3. Pastor Paroki dibantu oleh Dewan Paroki melaksanakan pendampingan dan memberi‐kan dukungan kepada kumpulan, organisasi, kelom‐pok atau gerakan umat tersebut.

  4. Pelayanan Organisasi
    Pelayanan pada umat yang berbasis pada kesamaan motif dan minat dalam berorganisasi yang memerlukan pendampingan, agar dapat berkembang secara organisatoris maupun rohani. Termasuk di dalamnya adalah Paguyuban‐paguyuban, seperti Paguyuban para usia lanjut (Lansia), para Wara‐kawuri, Kontak Suara Muda (KSM), Orang Muda Katolik (OMK), Wanita Katolik R.I, Marriage Encounter (ME), Pasangan untuk Kristus (PASUKRIS), Paguyuban Alumni Kursus Evangelisasi Pribadi (PAK)
Loading...