Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.
Surat Gembala
DOSANYA TELAH DIAMPUNI SEBAB TELAH BANYAK BERBUAT KASIH
Minggu, 16 Juni 2013
Ditulis oleh P. Setiadi SS, SCJ
Bacaan I 2Sam 12:7-10.13; Bacaan Inil Luk 7:36-50
Apa komentar kita ketika tahu ada seorang yang sengaja membunuh orang lain demi mendapatkan cinta pasangan yang dibunuh? Tentu dari banyak komentar, sangatlah tidak layak jika seseorang sengaja membunuh orang lain demi mendapatkan pasangannya. Tindakan ini tidak saja mengakibatkan nyawa orang lain melayang melainkan juga menghancurkan martabat Allah, yang berkuasa atas hidup dan mati manusia. Jika ini terjadi Gereja Katolik secara tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan halangan perkawinan (KHK kan 1090).
Nabi Natan dalam Bacaan I menegur keras tindakan Raja Daud karena dengan sengaja menghendaki Uria wafat dalam peperangan. Setelah Uria wafat, Raja Daud mengambil Betseba menjadi isterinya. Meskipun berkuasa, bagaimanapun tindakan Daud tidak bisa dibenarkan. Di samping mengorbankan dan menghancurkan orang lain, Daud telah menghina Tuhan. Mengapa? Raja adalah ‘perpanjangan tangan Tuhan sendiri. Maka, bagaimana bisa dipertanggungjawabkan jika raja bertindak salah yang melawan hakekad Tuhan sendiri.
Daud sadar betul bahwa ia telah bertindak bodoh. Daud ingat ketika ia bereaksi terhadap cerita Natan tentang seorang yang mempunyai domba satu-satunya dan dirampas tetangganya. Daud mengutuk tindakan tersebut. Daud tidak menyangka bahwa ia telah bertindak seperti perampas itu. Ia tidak menyangka kisah yang terjadi ternyata mengenai dirinya. Maka ketika tahu betapa besar dosanya, dengan rasa
sesal Daud menyerah diri kepada kerahiman Tuhan. Ternyata Tuhan tidak menutup hati-Nya bagi Daud. Tuhan tetap membuka diri dan memberikan pengampunan, meskipun hukuman sebagai konsekuensi dari tindakannya tetap ada. Namun hukuman yang akan menimpa keluarganya menunjukkan bahwa pemegang kekuasaan hukum tetap berada di bawah hukum Tuhan.
Kasih Tuhan selalu dinyatakan dalam diri manusia, walau manusia berbuat dosa dan tidak setia. Tuhan selalu membuka hati bagi orang berdosa yang bertobat dengan memberikan pengampunan. Ketika seseorang mengakui akan kelemahannya dan bertobat serta mewujudkan pertobatan orang tersebut telah membuka pintu rahmat cinta dari Tuhan sendiri. Sebaliknya, seorang yang mengatakan ‘bukan orang berdosa’ namun tidak mencerminkan hidup yang benar, ia adalah orang yang masih dangkal dalam beriman.
Yesus heran ketika Simon berpikir dalam hatinya soal wanita berdosa yang meminyaki kaki-Nya. Bagi mereka rasanya tidak pantas jika Yesus menerima dan membiarkan wanita itu meminyaki kaki-Nya. Namun, Yesus tidak larut dalam cara pikir mereka. Yesus sadar bahwa setiap orang pasti mempunyai dosa, entah kecil atau besar. Justru karena penyesalan dan ingin menjadi baik hendaknya diberikan pintu pengampunan kepada mereka. Karena itu Yesus mengampuni wanita berdosa tersebut.
Lukas melukiskan Kristus sebagai nabi agung dengan menerima dan membela orang berdosa. Yesus tidak terbawa pada arus dan pemikiran untuk mengadili melainkan mengampuni siapapun yang datang kepada-Nya. Bahkan, Yesus juga menggunakan kesempatan ini untuk memberi pengajaran kepada para murid dan orang yang mengikuti ajaran-Nya. “… Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit mengampuni sedikit pula ia berbuat kasih.”
Dalam kehidupan kita, kita sering mudah berpikir seperti halnya Simon, menilai negative terhadap orang lain. Lebih mudah bagi kita untuk membicarakan kekurangan atau kejelekan orang lain dibanding ketika harus membawa mereka pada pertobatan. Melalui pengampunan Yesus terhadap wanita yang dianggap berdosa oleh orang banyak, marilah kita belajar untuk mengampuni dan membawa orang lain kepada Yesus. Semoga umat beriman katolik menjadi saluran berkat Tuhan bagi banyak orang.
Berkat Tuhan menyertai kita
HARI KOMSOS SEDUNIA KE 47
Minggu, 12 Mei 2013
Ditulis oleh Pastor Antonius Sumardi, SCJ.
HARI KOMSOS SEDUNIA KE 47
HP, BB, IPAD, IPHONE, KOMPUTER, TV, saat ini sudah sungguh merajai otak dan hati setiap orang dari anak yang baru mengenal huruf sampai kepada kakek nenek yang mau masuk ke liang kubur, mereka tidak luput dari pengaruh alat itu dan pengaruh dunia maya. Bahkan dalam keadaan koma sekalipun tubuhnya tak luput dari tempelan alat-alat yang semuanya diatur oleh Komputer. Semuanya hanya bisa mengatakan Ya atas kekuasaan komputer itu walau tidak paham.
Warta Paroki
BACAAN HARIAN TAHUN C/1 2013
BACAAN HARIAN TAHUN C/1 2013
Disusun oleh: Komisi Liturgi Konfrensi Waligereja Indonesia
Ujud-ujud Kerasulan Doa Bulan Juni
Ujud Umum: Semoga budaya dialog, saling mendengarkan dan menghargai semakin berkembang dalam masyarakat.
Ujud Misi: read more »
Pengumuman Perkawinan
Pengumuman Pasangan Yang Akan Melangsungkan Perkawinan
Pengumuman I:
Y Maria Lavinia Bunawan (Lk. Maria Ratu Damai) dengan Patrick Moroney (Paroki St. Leo Agung, Jati Bening).
Y Angelina Dewi Pratama Widja
ADA PENOLONG DI SISIKU
05 Mei 2013
18/Th.C/I/13
ADA PENOLONG DI SISIKU
Bacaan Harian
10 JUNI 2013 - 17 JUNI 2013
Minggu, 16 Juni 2013
BACAAN HARIAN TAHUN C/1 2013
BACAAN HARIAN TAHUN C/1 2013
Disusun oleh: Komisi Liturgi Konfrensi Waligereja Indonesia
Ujud-ujud Kerasulan Doa Bulan Juni
Ujud Umum: Semoga budaya dialog, saling mendengarkan dan menghargai semakin berkembang dalam masyarakat.
Ujud Misi:
JADWAL HARIAN
JADWAL PERAYAAN EKARISTI | ||
| Senin s/d Jumat : 05.45 | ||
| Sabtu | : | 05.45, 17.30 |
| Minggu | : | 06.00, 07.45, 09.45, 16.45, 18.45 |
Kapel Keluarga Nazareth Kampung Pulo | ||
| Sabtu | : | 18.30 |
| Misa Jumat Pertama: 18.00 | ||
JADWAL PENGAKUAN DOSA | ||
PASTOR PAROKI
| ||
ALAMATJl. KH. Muhasyim IV No. 2 | ||
| Telp | : | 021-751 2669 |
| Fax | : |
021-751 1628 |
