Gereja Katolik St. Stefanus Paroki Cilandak

Paroki Cilandak - KAJ

Gereja Katolik Santo Stefanus

Facebook Twitter

Makna dan Tata Tertib Misa/Perjamuan Ekaristi

ekaristiLiturgi Suci adalah sebutan untuk ibadat Ekaristi atau Perjamuan Kudus dalam liturgi Kristiani tradisi Bizantium. Oleh karena itu, sebutan Liturgi Suci digunakan dalam Gereja-Gereja Ortodoks Timur dan Gereja-Gereja Katolik Timur. Komunitas Kristen Armenia, baik yang tergabung dalam Gereja Apostolik Armenia maupun Gereja Katolik Armenia,  juga menggunakan sebutan ini. Beberapa Gereja Ortodoks Oriental menggunakan istilah "Kurban Suci" (Bahasa Syria: qurbono qadisho, Bahasa Armenia: surb patarag) untuk menyebut liturgi Ekaristi. Liturgi Ekaristi Ritus Latin juga kadang-kadang disebut Liturgi Suci (Bahasa Latin: Divina Liturgia), namun lebih umum disebut Misa.

Dalam tradisi Kristiani Timur, khususnya tradisi Gereja Ortodoks Timur, Liturgi Suci dipandang melampaui waktu dan dunia. Seluruh umat beriman diyakini dipersatukan dalam penyembahan di dalam Kerajaan Allah bersama-sama dengan orang-orang kudus yang telah berpulang, dan malaikat-malaikat di surga. Dari sudut pandang ini, segala sesuatu dalam Liturgi Suci dilihat sebagai lambang, namun juga tidak sekedar perlambang belaka, akan tetapi menjadikan realitas yang tak kasat mata itu mewujud nyata. Menurut tradisi dan keyakinan Kristiani Timur, Liturgi Suci berakar pada peribadatan Agama Yahudi dan adaptasi dari ibadat Agama Yahudi oleh umat Kristiani perdana. Hal ini dapat dilihat pada bagian pertama Liturgi Suci, yakni "Liturgi Sabda" yang meliputi pembacaan ayat-ayat kitab suci dan khotbah/homili. Bagian keduanya diyakini ditambahkan berdasarkan Perjamuan Terakhir dan perayaan-perayaan ekaristi pertama oleh umat Kristiani purba. Umat Kristiani Timur yang turut serta dalam Liturgi ini secara tradisi juga percaya bahwa Ekaristi adalah bagian terpenting dari peribadatan tersebut, karena mereka percaya bahwa Ekaristi sungguh-sungguh menjadi Tubuh dan Darah sejati dari Kristus, dan dengan mengambil bagian dalam Ekaristi, mereka memandang diri mereka bersama-sama menjadi Tubuh Kristus (yakni, Gereja). Tiap Liturgi berbeda-beda satu sama lain, namun sebagian besar sangat mirip satu dengan yang lain dengan penyesuaian-penyesuaian berdasarkan tradisi, tujuan, budaya, dan teologi.

Makna Perjamuan Kudus

Gereja Katolik Roma menekankan arti perjamuan kudus sebagai sarana keselamatan bagi umat. Lebih dalam ketika perjamuan kudus, Gereja Katholik membagikan tubuh Kristus dalam rupa roti yang disebut KOMUNI. Makna penerimaan komuni adalah merujuk kepada parsitipasi umat dalam peristiwa karya penebusan Tuhan yag dihadirkan pada waktu Doa Syukur Agung yang dibawakan oleh Imam. Komuni atau Hosti Suci yang umat terima akan menghubungkan dan memasukkan umat kedalam karya penebusan Tuhan itu.


Elemen Perjamuan

lastsupper

Seperti halnya pada perjamuan Yesus yang terakhir sebelum Dia disalibkan, umat Katholik bersama-sama memakan roti dan meminum angggur setiap periode khususnya pada saat Perayaan Misa Kudus. Di kalangan Gereja Katolik Roma, roti yang digunakan dibuat khusus tanpa ragi (hosti), sementara anggur tidak diberikan kepada umat.

Roti yang digunakan untuk Perayaan Ekaristi harus tidak beragi, masih baru, belum basi, dan seluruhnya terbuat dari gandum tanpa campuran apapun dari bahan lain, tetapi tentu saja menggunakan air untuk proses pengolahannya.

Anggur yang digunakan untuk Perayaan Ekaristi haruslah anggur yang masih alamiah, berasal dari buah anggur murni, tidak masam, dan tidak bercampur dengan bahan lain. Ditekankan secara jelas oleh Gereja Katholik bahwa dengan syarat-syarat tersebut, maka anggur obat atau anggur apa pun yang dijual di toko-toko umum tidak boleh digunakan untuk Perayaan Ekaristi

Guna dari sakramen Perjamuan Kudus

Sebagai dorongan bagi kita untuk secara periodik menilai diri (self correction) dalam arti, mengadakan koreksi atas hati dan pikiran kita, karena syarat untuk dapat ikut dalam perjamuan kudus ialah bahwa kita harus membersihkan hati dan pikiran kita sedemikian rupa sehingga keikutan kita makan roti dan minum anggur dari cawan Perjamuan Kudus itu adalah dalam keadaan rohani yang layak dan iman yang tidak ragu-ragu (1 Korintus 11:28-29).

Sumber: disunting dari wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Ekaristi

Loading...