Gereja Katolik St. Stefanus Paroki Cilandak

Paroki Cilandak - KAJ

Gereja Katolik Santo Stefanus

Facebook Twitter

Kesaksian Iman

Kunigunde, Santa yang menikah karena politik

 

Kunigunde (baca Cunegundis) adalah seorang Santa gereja Katolik, Ratu Jerman, Ratu Romawi Suci dan menjadi orang suci gereja Protestan juga. Nama kecilnya adalah Therese, puteri dari Count Sigfrid, Duke of Luxemburg dan Hedwig dari Nordgau Jerman. Diperkirakan ia lahir tahun 978, merupakan keturunan generasi ketujuh dari Raja Romawi Charlemagne yang agung. Sejak kecil Kunigunde ada dalam keluarga yang taat pada gereja Katolik, maka ia bercita-cita untuk menyerahkan hidupnya di dalam biara dan bisa mengucapkan kaul pribadi untuk tetap hidup suci.


Namun demi pertimbangan politis, pada tahun 999 Kunigunde akhirnya diminta kedua orang tuanya agar menikah dengan Heinrich II (baca Heinrich II), Duke of Bavaria. Sungguh beruntung calon suaminya ini juga anak keluarga Raja yang hidupnya saleh, ia dibesarkan dan dididik di biara Benedictin. Permintaan Kunigunde agar dapat hidup tetap suci setelah menikah dapat dipahami calon suaminya.  Merekapun lalu menikah namun setelah itu dibiarkannya Kunigunde tetap hidup selibat sampai akhir hayat mereka (disebut juga White Marriage). Heinrich II memberikan sang mempelai hadiah pernikahan sebuah kerajinan tangan Bavaria berupa salib (sekarang salib tersebut diawetkan dalam musium di Munich).


Heinrich II dipilih menjadi Raja Jerman setelah Ortho II meninggal, saat itu kejadian bulan Juni di Aachen dan 10 Agustus 1002 Kunigunde dinobatkan sebagai Ratu Jerman di Paderborn. Kemudian pada 14 Februari 1014, Heinrich dinobatkan sebagai Kaisar Romawi Suci oleh Paus Benediktus VIII di Roma dengan istrinya Kunigunde tentu sebagai Ratu


Pada suatu saat, merebaklah gosip yang menyatakan bahwa ratu Kunigunde bukanlah seorang perawan dan sudah tidak suci lagi. Kunigunde sangat sedih dengan kabar burung ini. Ia lalu berdoa meminta pertolongan Tuhan. Untuk membuktikan kesuciannya, dihadapan seluruh rakyatnya, ratu Kunigunde lalu berjalan diatas perapian dengan bara api dan potongan-potongan besi yang membara tanpa terluka sedikitpun (ritual seperti ini sering dilaksanakan pada abad pertengahan, demi untuk membuktikan ketidak bersalahan seseorang).   

Henry2nKunigunde

Mereka lalu mulai membangun dan dengan semangat Benedictine mendirikan keuskupan Bamberg dan dibangunlah katedral di sana. Selama menjadi kaisar, Heinrich II menyerahkan sebagian besar kekayaannya bagi gereja dan orang-orang miskin. Selama raja kena penyakit serius ia berjanji untuk membangun sebuah biara perempuan jika ia sehat. Maka tahun1017 ia mendirikan sebuah biara benediktine Kaufungen di Kassel di Hesse. Bangunan hampir selesai ketika Heinrich II meninggal pada tanggal 13 Juli 1024, dan dimakamkan di katedral di Bamberg.  


Mulailah Kunigunde mengerjakan pekerjaan suaminya. Hingga pada ulang tahun kematian suaminya, biara gereja ditahbiskan. Setelah pembacaan Injil dia mencopot mahkotanya dan memberikan tahtanya kepada Conrad, kemudian dia beralih pakaian kekaisarannya dengan jubah biara Benediktin.  


Kunigunde kemudian menghabiskan 15 tahun sisa waktu hidupnya di biara wanita ini dengan doa, membaca dan merawat orang sakit. Walau sudah menjadi seorang biarawati namun Kunigunde tetap menunjukkan ketegasannya dalam membela ketidak-adilan. Dalam persiapan kanonisasinya ada kisah, pada suatu hari ia menampar moeder (pemimpin biara), yang adalah keponakannya, karena enak-enak makan sewaktu ia dan suster-suster yang lain sedang berdoa. Tamparan jarinya membekas pada pipi moeder tersebut selama-lamanya.


Kunigunde meninggal pada 3 Maret 1039, dan pada 1201, tubuhnya dipindahkan ke katedral di Bamberg dan dimakamkan di samping HeinrichII. Makam keduanya sekarang bisa kita lihat sedang beristirahat di kalksteinssarkofag yang dibuat sekitar tahun 1513 oleh Tilman Riemenschneider.


Kunigunde sudah sangat populer di Jerman, jauh lebih populer daripada suaminya. Dia dikanonisasi pada 29 Maret 1200 oleh Paus Innocence III. Orang katolik memperingati Dia setiap tanggal 3 Maret, namun bagi kaum Protestan yang banyak di Jerman Dia dirayakan tiap tanggal13 Juli. Dia adalah Santo pelindung wanita hamil dan anak-anak yang sakit, atribut nya adalah model gereja dan mata bajak. Dalam persiapan kanonisasinya juga, banyak kesaksian yang menyatakan debu-debu di makamnya masih memberikan mukjizat-mukjizat seperti kesembuhan dan berkat untuk wanita hamil.


Kini Bamberg, kota yang dibangunnya bersama sang suami, menjadi UNESCO heritage site, terutama kathedral Bamberg. Di katedral Bamberg ini kita bisa melihat seni arsitektur dengan banyak patung dan lukisan khas Jerman, juga ada yang melukiskan mereka berdua dan santo santa lain. Selain itu dikota ini juga menjadi tujuan wisata rohani, karena pemandangan sungai dan lembah yang indah dengan banyak gereja yang merupakan peninggalan antik. 

Bamburg dan St Kunigunde

back to warta paroki

Loading...